wirausaha sukses

Senin, 23 Maret 2009

peran konsultan dalam bidang konstruksi


PERAN KONSULTAN DALAM BIDANG KONSTRUKSI



DISUSUN
OLEH
HEDWIG ANGDIARTO TAN
06110005






PENDAHULUAN

Konsultan merupakan industri jasa konstruksi yang memiliki peran sangat penting dalam pembangunan dinegara ini apalagi pembangunan gedung bertingat yang membutuhkan perhitungan yang matang. Selain itu, jumlah industri jasa konstruksi terus bertambah sedangkan jumlah proyek fisik yang ditenderkan tidak sebanding dengan jumlah jasa konstruksi.
Namun yang paling merasakan dampak ini adalah kontraktor Walaupun demikian konsultan pun merasakan dampak tersebut. hal ini dikarenakan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia ditambah dengan kurs dollar yang terus naik. Sehingga mempersulit pihak jasa konstruksi untuk melakukan kredit mengingat bunga kredit yang cukup tinggi.
Selain itu, persaingan antar industri jasa konstruksi pun sangat ketat sebab jumlah proyek dengan jumlah industri jasa konstruksi tidak sebanding sebab jumlah proyek lebih sedikit. Sedangkan pada tahun 1980-an jumlah proyek lebih banyak dari pada jumlah industri jasa konstruksi. Hal inilah yang yang menyebabkan beberapa industri jasa konstruksi.
Walaupun demikian masih banyak industri jasa konstruksi yang bertahan hingga sekarang hal ini membuktikan bahwa visi dan misi mereka untuk terjun dibidang industry jasa konstruksi sangat kuat. dan dalam makalah ini akan dibahas mengenai tentang konsultan.












ABSTRAK
Tema Makalah ini “industri jasa kontruksi” dengan judul ”peran konsultan dalam bidang konstruksi” ini membahas tentang peranan industri jasa konstruksi khususnya dibidang konsultan.
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memaparkan tentang peranan konsultan dalam melakukan perencanaan dalam suatu konstruksi serta memberikan gembaran tentang industri jasa kontruksi
Metode yang dipergunakan adalah dengan melakukan pengamatan atau penelitian terhadap indusri jasa konstruksi dalam hal ini konsultan lewat media internet. Kemudian pengumpulan data setelah itu pembahasan tentang konsultan.
Berdasarkan hasil pengamatan peranan konsultan sangat penting terutama dalam perencanaan bangunan bertingkat dikatakan baik apabila perencanaannya baik sebab banyak bangunan yang runtuh hal ini disebabkan karna perencanaan yang salah dan tidak sesuai.












PEMBAHASAN
Menurut literatur, konsultan pertama adalah Arthur D. Little yang mendirikan usahanya pada tahun 1886 di Cambridge, Massachusets. Beliau memberikan bantuan teknis (engineering) kepada kliennya. Perusahaan tersebut kini telah mengalami kebangkrutan. Booz Allen Hamilton kemudian mendirikan perusahaan dengan struktur serupa di awal abad 20.
Lalu pada tahun 1926, seorang professor dari Universitas Chicago, James McKinsey, mendirikan perusahaan “accounting and engineering advisors” yang memperkenalkan pendekatan dan framework yang berbeda. Ia tidak merekrut insinyur tradisional, melainkan eksekutif berpengalaman yang di-training dengan seperangkat analisis dan pengetahuan yang kontemporer di masa itu, meliputi strategi, kebijakan, goal, organisasi, prosedur, facilities, dan personnel.
Sejarah mencatat inovasi yang cukup spektakuler dilakukan oleh Boston Consulting Group (BCG). Dengan menggunakan pendekatan yang berbeda, BCG mengembangkan konsep tentang growth share matrix yang menjadi alat untuk menilai attractiveness suatu perusahaan dalam sebuah industri. Framework ini kemudian banyak diadopsi oleh konsultan lain dalam memahami persoalan bisnis dan peluang yang dapat dimanfaatkan.
Sejak itu, perusahaan konsultan mengalami kemajuan dan bertumbuh dengan pesat. Beberapa melakukan merger dan konsolidasi. Beberapa yang lain melakukan perubahan struktur organisasinya. Begitu pula dengan pendekatan, metodologi, maupun framework yang digunakan dan dikembangkan juga kian kompleks dan komprehensif.
Sedangkan di indonesia konsultan terbentuk dengan dirikannya organisasi asosiasi perusahaan konsultan independen yaitu inkindo pada tanggal 20 Juni 1979. Dengan prinsip inkindo yaitu Semangat yang menyertai penyatuan semua perusahaan konsultan dalam satu asosiasi ini adalah dalam rangka mengembangkan profesionalitas praktik-praktik konsultasi agar lebih efektif. Tujuan lain, mempromosikan Inkindo sebagai sumber pengembangan utama untuk perusahan konsultan di Indonesia. bicara profesionalitas dan independensi praktik konsultasi, salah satu program inkindo nanti adalah untuk menajamkan fungsi pembimbingan dan pengembangan anggota-anggota dalam kerangka menunjang pembangunan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur.
Sedangkan arti konsultan itu sendiri menurut definisi ensiklopedia adalah seorang tenaga profesional yang menyediakan jasa nasehat ahli dalam bidang keahliannya, misalnya akuntansi, lingkungan, biologi, hukum, dan lain-lain. Sehingga dengan perkembangan jaman peran konsultan makin penting hal ini dikarenakan kebutuhan owner akan konstruksi bangunan bertingkat. Hal inilah yang membedakan konsultan dengan ahli 'biasa' karena sang konsultan bukan merupakan karyawan di perusahaan sang klien, melainkan seseorang yang menjalankan usahanya sendiri atau bekerja di sebuah firma konsultasi, serta berurusan dengan berbagai klien dalam satu waktu.
Konsultan memang harus melakukan hubungan yang baik dengan klien dan mereka merupakan orang yang ahli dibidangnya. Konsultan harus mau mempelajari sistem organisasi klien secara menyeluruh, sehingga dapat memberikan solusi dan berbagi ilmu dengan klien. Memang tugas konsultan ini memerlukan kesabaran dan pengalaman terutama untuk memberikan solusi yang dapat memuaskan klien nya.
Namun konsultan pada umumnya dibagi dalam beberapa devisi salah satu contoh pada perusahan PT. Aspros Binareka merupakan perusahaan konsultasi yang bertugas untuk melayani klien dan profesional di bidangnya, disini terdapat berbagai divisi yakni Divisi Rekayasa Industri, Divisi LIngkungan, Divisi Teknologi Informasi, Divisi Training, Divisi Energi, Divisi Survai, Divisi CSR, Divisi Support. Divisi - Divisi tersebut mempunyai tanggung jawab masing - masing dan terdiri atas pakar - pakar ahli di bidang masing - masing.
Divisi IT mencakup pekerjaan konsultan IT yang dapat menjalin hubungan baik dengan klien dalam memberikan solusi dari bisnis yang sedang dijalani sebagai tantangan bisnis dengan mengaplikasikan teknologi kedalamnya. Pekerjaan konsultan IT akan selalau berdasar atas kebutuhan dalam meningkatkan efisiensi kerja dari fungsi sebuah perusahaan dan IT digunakan sebagai penyelesaiannya. Mereka juga bertanggung jawab untuk melakukan pelatihan secara langsung kepada user dan tanggapannya. Pada sebagian besar perusahaan cara ini diimplementasikan pada semua project IT walaupun mempunyai anggota tim IT yang berbeda. cara kerja dari konsultan IT dapat membingungkan timnya sendiri, dan orang - orang yang berkecipung di bidang IT menampilkan beragam cara sedangkan cara dan metoda dari perusahaan tersebut berbeda satu sama lain, bahkan caranya semakin meningkat dengan menambahkan nilai penjualan kedalamnya.
Divisi Training merupakan divisi yang bertanggung jawab secara profesional untuk melakukan pelatihan, sebenarnya pelatihan sendiri mempunyai nilai penting dalam membentuk untuk dapat digunakan sebagai cara yang paling efisian dalam meningkatkan kinerja individu atau organisasi.
Konsultan Indonesia, untuk semua bidang baik konsultan Teknologi Informasi (Information and technology), konsultan proses, konsultan lingkungan, konsultan konstruksi, konsultan training, Penelitian dan survey menghadapi tantangan besar melawan serbuan konsultan yang datang dari pihak asing.
Dengan naiknya harga minyak maka secara otomatis akan memacu kegiatan eksploitasi minyak dan gas (Oil and gas) di tanah air. Hal ini juga yang akan mengundang perusahaan di bidang perminyakan yang umumnya adalah perusahaan raksasa dengan peluang investasi multimillion dollar., sayangnya untuk perusahaan lokal Indonesia belum mempunyai kemampuan untuk menangkap peluang ini dan memang faktor pertama dari pengusaha lokal adalah dikarenakan masalah keuangan.
Dengan masuknya perusahaan raksasa tersebut, secara bersamaan akan terbuka juga peluang kegiatan bawaan dari mereka yang berupa pekerjaan konsultasi, seperti Studi Kelayakan (Feasibility study), Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL), Konsultan Pengembangan Sosial atau Community Development, pengembangan IT dan juga kebutuhan traning. Karena yang masuk adalah perusahaan raksasa, maka umumnya mereka telah membawa konsultan asing atau mempersyaratkan hal-hal khusus yang tidak dimiliki oleh konsultan indonesia. Akhirnya kesempatan dan peluang besar kerja konsultasi sekali lagi melayang dan ditangkap konsultan asing.
Kejadian tersebut bukan terjadi untuk pertama kalinya dimana konsultan indonesia kalah dalam persaingan dengan konsultan asing, dulu ketika pembangunan Indonesia banyak mendapat bantuan dari pihak asing, maka hal yang sama juga terjadi, ketika para pemberi pinjaman mempersyaratkan konsultan agar negara mereka dapat memberi bantuan atau pinjaman. Hal ini memang sulit dipercaya oleh para konsultan tetapi inilah bukti yang paling konkrit yang harus ditelan oleh negara – negara berkembang yang selalu mendapat bantuan dari pihak luar dan tentu saja akan mendapat berbagai syarat dan kebijakan yang harus ditepati dari negara donatur.
Segenap konsultan Indonesia, perlu menyadari akan datangnya peluang besar ini dan bahkan ini bisa disebut sebagai ancaman bagi konsultan indonesia terhadap konsultan asing, banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperoleh jalan dalam mengalahkan konsultan asing, dengan mempersiapkan diri dengan kemampuan dan daya saing yang lebih baik karena nanti jika tidak dilakukan persiapan yang matang mau tidak mau kita akan ketinggalan kereta dan terus tertinggal sebagai perusahaan kecil yang tidak diperhitungkan lagi oleh pihak asing.
INKINDO (Ikatan Konsultan Indonesia) yang merupakan wadah resmi konsultan Indonesia, ikut bertanggung jawab untuk mengamankan kesempatan tersebut dan mengantisipasi berbagai hal yang dapat menghilangkan peluang yang ada dan direbut oleh konsultan asing, agar peluang yang tidak selalu terjadi ini dapat dimanfaatkan oleh konsultan lokal dengan persaingan yang fair, dan tidak dimonopoli oleh konsultan luar.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsultan di indonesia membutuhkan perhatian pemerintah sehingga mutu dan kualitas konsultan kita tidak kalah bila dibandingkan dengan konsultan asing lainnya.








KESIMPULAN:
Bahwa konsultan memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan pembangunan ditanah air. Selain itu, kita juga harus mampu bersaing dengan konsultan asing yang terus masuk ke indonesia sejalan dengan semakin banyaknya investor asing yang menanamkan modalnya dalam sektor infratruktur.




SARAN:
Pemerintah harus lebih fleksibel dalam menerima investor. Sebab terkadang banyak investor asing yang mengunakan konsultan asing ketimbang konsultan lokal. Sehingga pemerintah tidak hanya memikirkan keuntungan semata tetapi juga memikirkan SDM yang ada. Sebab apabila ini terus terjadi maka konsultan lokal sulit untuk berkembang.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda