wirausaha sukses

Sabtu, 17 Januari 2009

proposal

PROPOSAL USAHA ‘INDIA CAFÉ’
BAB I
ASPEK UMUM DAN LEGALITAS

I.1. KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang selalu melimpahkan karunia-Nya. Berkat karunia –Nya kami dapat menyelesaikan Proposal ini tepat pada waktunya. Tersusunya Proposal ini juga tidak lepas dari peran berbagai pihak yang terkait. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan proposal ini.
Pembuatan Proposal ini dibuat, sebagai persyaratan atau prosedur yang harus dilakukan oleh setiap orang untuk ,mendirikan usaha . Hal ini dilakukan agar:
Mengetahui biaya-biaya apa saja yang perlu dikeluarkan saat mendirikan usaha.
Mengetahui dan mengukur serta mengevaluasi kelemahan dan kekuatan pesaing.
Dengan adanya tujuan dan manfaat yang begitu besar dari Proposal ini, ini adalah wujud bahwa kami ingin membuka suatu usaha. Harapan kami Semoga dengan ini, proposal saya ini dapatditerima dan disahkan sehingga saya dapat menciptakan lowongan pekerjaan baru bagi pengangguran .
Kiranya proposal ini tidaklah sempurna, hanya Tuhan lah yang memiliki kesempurnan. Ucapan maaf lah yang dapat kami sampaikan. Kritik dan Saran tetap kami nantikan. Sekian dari kami, akhir kata kami ucapkan terima kasih atas kesediaan waktu yang anda berikan untuk membaca proposal ini.
Surabaya, 19 januari 2009

Penulis


I.2. Susunan Pengurus
Pengurus rumah makan ini terdiri dari pengusaha local yang telah cukup berpengalaman
dalam bidang makanan.
Susunan pengurus adalah sebagai berikut:
Pemilik : Hedwig
Manajer : indra


I.3. Struktur Permodalan
Rencana anggaran modal dasar sesuai dengan yang tercantum pada akte notaries
adalah sebesar Rp 150.000.000,- dengan perincian sebagaimana terlampir pada
lampiran 1.
I.4. Dasar Hukum Usaha
India café merupakan rumah makan yang didirikan berdasarkan akta nomor 29, tanggal
11 oktober 2009 dihadapan notaries Ny. Rosalina lubis, SH., di Surabaya.
Identitas, usaha adalah sebagai berikut:
Nama : india café
Alamat : jln. Simpang darmo no 29, Surabaya

I.5. Legalitas Usaha
Data aspek hokum dan legalitas usaha serta referensi yang telah dimiliki oleh india café
untuk operasi dan pengembangan usaha adalah sebagai berikut:
akte pendirian no. 29 tanggal 11 oktober 2009
dibuat oleh pejabat Notaris Ny. Roslina lubis, SH.
Surat keterangan domisili perusahan No. 12/-1.456.00/V/2009
dikeluarkan oleh kantor kelurahan
NPWP (nomor pokok wajib pajak) No, 1.866.266.8-954
dikeluarkan oleh kantor pajak
Tanda bukti pengukuhan pengusaha kena pajak
dikeluarkan oleh depertemen perdaganagan dan industry.
SIUP(surat izin usaha perdaganagan) NO.0587/09-04/SRJP/VI/2009 dikeluarkan oleh depertemen perdaganagan dan industry.


I.6. Pajak (Tax)
India café berbentuk usaha rumah makan, sehingga perhitungan beberapa variable pajak
yang akan diterapkan dalam perhitungan proyeksi keuangan adalah:



I.6.1 Pajak Penghasilan
Tarif pajak penghasilan yang dikenakan atas penghasilan kena pajak untuk badan usaha
diatas adalah:

Penghasilan kena pajak Tarif pajak
Penghasilan < 50 juta 10%
50 juta < penghasilan < 100 juta 15%
100 juta < penghasilan 30%


I.6.2. Pajak Penambahan Nilai (PPN)
Normalnya pajak penambahan nilai (PPN) sebesar 10%, dikenakan pada barang
dagangan yang ditetapkan Barang Kena Pajak (BKP).







































BAB II
PEMASARAN



II.1. Latar Belakang
India merupakan salah satu Negara yang cukup akrab terdengar di kalangan masyarakat
Indonesia. Seperti yang kita lihat, budaya-budaya India yang masuk ke Negara Indonesia sangat
beraneka ragam, salah satunya melalui film-film India atau yang biasa kita sebut dengan film
“Bollywood”. Dengan diterimanya budaya India di Indonesia berdampak pula bagi perekonomian
Indonesia, dimana tidak sedikit Investor dari India yang mau menjadi investor di Indonesia.
Sehingga rumah makan ini saya namakan “India Café”, karena kita melihat prospek bisnis di bidang makanan sangat menjanjikan, karena seperti yang kita ketahui masih sangat jarang kita temui café yang menjual makanan berciri khaskan atau bernuansa tentang India. Terlebih dengan melihat perilaku konsumen yang selalu penasaran dan rasa ingin tahu serta ingin mencoba akan hal-hal baru, khususnya makanan. Oleh dasar itulah, kita akan memperkenalkan dan menawarkan makanan dan minuman yang merupakan sebagian kecil dari khas yang dimiliki oleh India, yang mungkin akan menjadikan sebuah alternative serta sebagai variatif dalam memilih makanan. Dan dengan demikian kami berharap, makanan dan minuman tersebut dapat dikenal, diterima dan lebih-lebih dapat menjadi salah satu makanan dan minuman favorit masyarakat Surabaya.
India café akan menyediakan beberapa makanan dan minuman yang berasal dari Negara yang terkenal dengan Taj Mahal nya itu, seperti roti Chapati, Gulad hamna, roti Cane, roti paratha, kare (dimana roti India sebagian besar mempunyai rasa tawar, karena biasanya roti tersebut ditemani
dengan kare, sehingga rasanya akan lebih enak) dan minumannya saperti the tarik, serta masih ada beberapa makanan dan minuman dari India yang akan saya sediakan setiap hari dengan menu yang berbeda-beda setiap harinya, akan tetapi ada beberapa jenis makanan dan minuman yang akan tetap kami sediakan setiap harinya, dikarenakan makanan dan minuman tersebut merupakan menu special dari “India café” milik saya.
Konsep dekorasi pada India Café ini pun akan kami design semirip mungkin dengan nuansa serta suasana India, dengan harapan para pengunjung India Café akan merasakan seperti berada di salah satu café di India. Kami akan mendesign café dengan menggunakan warna merah, kuning dan hijau sebagai background stand India Café milik kami, yang mana warna-warna tersebut merupakan warna dominan yang mewakili Negara India. Selain itu, di India Café, pengunjung yang datang dan ingin menikmati makanan di tempat, dengan nuansa lesehan, sambil dapat menikmati hiburan-hiburan yang telah kami sediakan, salah satunya lagu-lagu India.
Untuk dapat terlaksana dengan baik, diperlukan dukungan dan kerjasama dari semua staf. Dan hal ini tentunya sangat membantu dalam pencapaian suatu target pemasaran suatu produk (disini makanan dan minuman India). Berdasarkan hal tersebut di atas, kami ingin menjalin kemitraan dan kerjasama di dalam memberikan hiburan dan pengenalan budaya dari Negara Asing khususnya dalam bidang makanan serta minuman dari Negara India. Dimana tidak hanya makanan dan minumana saja yang akan kami perkenalkan melainkan juga budaya dari Negara India tersebut, seperti lagu-lagu India
Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan wacana serta fenomena baru di masyarakat, dan mensosialisasikan suatu budaya. Dimana budaya tersebut merupakan cermin suatu bangsa dan salah satu fundamental dalam pembangunan.

II.2. Analisa Produk
Produk yang dipasarkan oleh India Café adalah produk makanan dan minuman.
Produk makanan dan minuman yang ditawarkan adalah:
Makan yang saya tawarkan adalah makan khas india sehingga memiliki cirri khas yang berbeda dari makanan lainnya. sebab kita tau bahwa diindonesia makanan khas india jarang sekali kita temui malah makan jepang (hoka-hoka bento , bentoya, dll), makan thailand(ditunjungan plasa surabaya), malaysia (diptc Surabaya) dan makan khas china ( X.O , dll) yang sering kita jumpai.
II.3. PROYESI PESAING
saya menggunakan analisa SWOT dalam menganalisa pesaing, yaitu :
Streght (Kekuatan)
Makanan India mempunyai cita rasa yang berbeda dengan masakan yang lain.
Dekorasi pada stand saya akan memberikan daya tarik bagi pengunjung.
Team Work saya yang sangat solid dan professional
Jumlah tenaga kerja pada rumah makan saya yang cukup, mempermudah saya dalam melayani pengunjung secara professional.
Weakness (Kelemahan)
Keterbatasan dana yang membuat kami tidak bisa lebih bereksplorasi.
Keterbatasan fasilitas yang dapat mendukung stand kami.
Bahan baku yang sulit di cari dan harga yang mahal dalam pembuatan makanan India.
Opportunity (kesempatan)
Masih jarang kita jumpai café ataupun restoran yang menyajikan makanan dan minuman India di Surabaya, sehingga ini dapat dijadikan peluang bisnis.
Makanan dan minuman India kelak dapat dijadikan salah satu menu favorit masyarakat Surabaya.
Threat (Ancaman)
Karena disekitar lokasi tersebut masih terdapat beberapa rumah makan, maka akan banyak stand-stand yang akan bersaing menarik kosumen dengan menawarkan kenyamanan dengan harga yang mudah dijangkau , hal ini berarti semakin banyak persaingan yang akan timbul atau terjadi.
Segmentasi, Targeting, serta Positioning Stand kami yaitu :
Segmentasi : Segala Gender
Targeting : Pengunjung, yang meliputi : semua kalangan
Positioning : Makanan dan Minuman India.


II.4 PROMOSI
Promosi merupakan suatu sarana yang sangat penting dijalakan oleh suatu suatu bidang usaha, tanpa promosi perkembangan usaha tidak akan berhasil. Promosi juga merupakan suatu sarana untuk menggambarkan keberadaan usaha tersebut dengan berbagai menu makanan yang saya tawarkan. Usaha india café sudah melakukan promosi baik disekitar lokasi india café maupun didaerah lain dengan tujuan agar india café banyak yang dikenal.
India café telah banyak melakukan promosi keberbagai lokasi dengan cara sebagai berikut:
Periklanan (advertising), yaitu menyebarkan brosur, kalender, pemasangan iklan, surat kabar dan sebagainya.
Memberikan disc pada menu-menu tertentu atau dengan program buy 1 free1.




















BAB III
TEKNIK PERENCANAAN


Usaha INDIA CAFÉ rencananya akan didirikan di jalan simpang darmo sebagaimana, yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Setelah menimbang berbagai faktor maka, India Café akan membangun stand dilokasi tersebut dengan konsep rumah yang berciri khas india.
III.1. Tempat Usaha
Setelah melalui beberapa tahap pencarian, tempat yang memungkinkan dimulainya
usaha adalah RuKo di kawasan simpan darmo, surabaya Selatan.
Daerah ini dinilai cukup strategis karena karena berdekatan dengan sekolah elite smp
Petra. Tidak jauh dari tempat tersebut ada ada juga sekolah sma petra dan beberapa
perumahan-perumahan penduduk.
Lokasi berada tepat di depan jalan dua arah yang dilewati beberapa angkutan dan
beberapa titik usaha strategis yang tidak sejenis seperti ; Papaya, Apotik, Game Online,
Salon, Bengkel, dll.
Tanah
Tanah yang digunakan oleh india café tanah + bangunan dengan nilai sewa pertahiun Rp 40.000.000
Fasilitas rumah makan
Fasilitas india café adalah pealatan yang diperlukan untuk menjalakan kegiatan memasak operasional india café. Table dibawah ini merupakan penambahan dan perkiraan anggaran biaya fasilitas india café Rp150.000.000,-.

III.2. Waktu Operasional
Waktu operasional tempat makan ini direncanakan mulai pukul 9.00 hingga pukul
21.00. Waktu dapat berubah-ubah dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar.








BAB IV
PROYEKSI KEUANGAN

IV.1 Biaya Investasi
Dalam pengembangan usaha india café untuk memenuhi semua kebutuhan demi kelancaran usaha maka india café membutuhkna dana yang cukup besar.

Rincian biaya yang harus dikeluarkan
Pengeluaran 1tahun pertama
Sewa tempat (minimal 1tahun) Rp 40.000.000,-
Meja & Kursi (10 pasang @ Rp 350.000,- ) Rp 3.500.000,-
Kipas Angin ( 6 buah @ Rp 200.000,-) Rp 2.000.000,-
Etalase besar Rp 1.000.000,-
Etalase kecil Rp 700.000,-
Modal Awal Bahan Makanan ( 1 thn @ Rp 200,000/hari ) Rp 73.000.000,-(365hari)
Karyawan ( 3 orang @ Rp 500.000,- / bln) Rp 18.000.000,-
Spanduk, Brosur, dll Rp 600.000,-
Mangkok, piring, sendok, dll Rp 700.000,-
Peralatan memasak Rp 1.500.000,-
Operasional listrik, air, telepon (1 thn @ 400.000) Rp 4.800.000,-
Biaya tidak terduga Rp 3.000.000,-
Dekorasi Rp 1.200.000 +
Rp 150.000.000,-



Daftar perincian pengeluaran setiap menu makanan
Roti Chapati

Tepung terigu ( Roti ) 225 g : RP 3.000
Air 175 ml : Rp 100
Garam ½ sdt : Rp 400
Total : Rp 3.500


Gulab Jamna

Susu bubuk putih 150 gram : Rp 4.500
Gula pasir 100 g : Rp 2.000
Mentega 2 sdm : Rp 800
Tepung Terigu 3 sdm : Rp 500
Air 100 ml : Rp 100
Total : Rp 7.900


Roti Cane

Tepung terigu 500 g : Rp 6.500
Telur ayam 2 butir : Rp 1.500
Rp 8.000

Roti Paratha
Tepung Roti 175 g : Rp 2.000
Tepung Terigu 175 g : Rp 2.200
Mentega 10 sdm : Rp 3.000
Minyak untk mengoles : Rp 1.500
Garam ½ sdt : Rp 200
Rp 8.900


Roti Naan
Yoghurt tawar 150 ml : Rp 7.500
Tepung Roti 450 g : Rp 4.500
Susu cair hangat 150 ml : Rp 2.000
Minyak untuk mengoles : Rp 1.500
Telur 1 butir : Rp 800
Garam 1 sdt : Rp 400
Soda kue 1 sdt : Rp 500
Baking powder 1 sdt : Rp 500
Ragi 2 sdt : Rp 400
Gula pasir 1 sdt : Rp 600
Total : Rp 18.700




Nasi Ayam Biriani

Ayam 1 ekor : Rp 35.000
Bawang putih 2 siung : Rp 2.000
Bawang Bombay 2 buah : Rp 2.000
Beras 400 g : Rp 2.500
Ketumbar 1 sdm : Rp 1.000
Mentega 50 g : Rp 600
Kayu Manis 5 cm : Rp 700
Kaldu ayam 600 ml : Rp 600
Jahe 2 ½ cm : Rp 500
Kapulaga 2 buah : Rp 300
Cengkeh 3 buah : Rp 500
Kunyit ¼ sdt : Rp 200
Pala bubuk ½ sdt : Rp 250
Total : Rp 46.150




Kare Ayam

Ayam 500 g : Rp 15.000
Bawang Merah 6 butir : Rp 4.400
Ketumbar 4 sdm : Rp 4.000
Santan 1 butir kelapa : Rp 3.800
Cabai merah yang besar 7 buah : Rp 3.000
Bawang Putih 5 siung : Rp 3.000
Minyak sayur 2 sdm : Rp 2.000
Kecap manis 3 sdm : Rp 1.500
Biji Pala ¼ biji : Rp 1.500
Garam 2 sdt : Rp 800
Air 600 ml : Rp 600
Cengkeh 5 biji : Rp 800
Kayu manis 5 cm : Rp 700
Bawang bombay 1 buah : Rp 500
Jahe Bubuk 1 sdm : Rp 500
Kunyit bubuk 1 sdm : Rp 500
Total : Rp 42.600






Martabak Kentang Mini

Telur ayam 5 butir : Rp 3.600
Tepung Terigu 250 g : Rp 2.800
Kentang 250 g : Rp 3.000
Bawang Bombay 250 g : Rp 2.000
Daun Bawang 250 g : Rp 1.500
minyak goreng secukupnya : Rp 1.500
ROYCO rasa sapi 2 sdt : Rp 1.000
Ketumbar 1 sdt : Rp 500
Jintan 1 sdt : Rp 500
Kunyit 1 sdt : Rp 500
Merica bubuk 1 sdt : Rp 500
Garam 1 sdt : Rp 400
Air 80 ml : Rp 100
Total : Rp 17.900



Teh Tarik

The : Rp. 4.500
Susu : Rp. 6.500
Total : Rp. 11.000

Catatan: bahwa daftar harga diatas adalah harga yang diperlukan untuk sekali pembuatan. Dengan asumsi sekali membuat dapat menghasilkan dalam jumlah yang banyak








IV.2 Penjualan, harga jual dan harga pokok
Proyeksi penjualan yang akan terjadi pada 1tahun dapat diliat pada table dibawah ini

Table V.2 penjual

Perencanaan Menu
yang tersedia di India Café
Selama 1 tahun


No Nama Makanan Porsi yang tersedia dalam 1 hari Harga jual per porsi Hasil penjualan dalam 1 hari
Harga produksi dalam 1 hari Keuntungan dalam
1 hari Keuntungan dalam 30 hari
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16 Roti Chapati
Gullab Jamna
Roti Cane
Roti Paratha
Roti Naan
Nasi Ayam Birani
Kare Ayam + Chapati
Martabak Telur
Kari Bola Daging + Cane
Martabak Kentang
Teepusia
Aam Lassi
Ice Pyar
Amnesia
Bombay Juice
Hindustani Juice 20 Porsi
10 Porsi
20 Porsi
20 Porsi
15 Porsi
10 Porsi
32 Porsi
24 Porsi
20 Porsi
24 Porsi
30 Porsi
20 Porsi
60 Porsi
20 Porsi
20 Porsi
20 Porsi Rp. 3.000
Rp. 5.000
Rp. 3.000
Rp. 3.500
Rp. 5.800
Rp. 23.000
Rp. 14.000
Rp. 5.000
Rp. 7.000
Rp. 7.000
Rp. 3.000
Rp. 5.000
Rp. 3.000
Rp. 5.000
Rp. 3.000
Rp. 3.000 Rp. 60.000
Rp. 50.000
Rp. 60.000
Rp. 70.000
Rp. 87.000
Rp. 230.000
Rp.448.000
Rp. 120.000
Rp.140.000
Rp. 168.000
Rp. 90.000
Rp. 100.000
Rp. 180.000
Rp. 100.000
Rp. 60.000
Rp. 60.000 Rp. 17.500
Rp.23.700
Rp.32.000
Rp.35.600
Rp.56.100
Rp.184.600
Rp.340.800
Rp.100.000
Rp.100.000
Rp.125.300
Rp.33.700
Rp.40.000
Rp.47.000
Rp.46.000
Rp.35.000
Rp.30.000 Rp. 42.500
Rp. 26.300
Rp. 28.000
Rp. 34.400
Rp. 30.900
Rp. 45.400
Rp.107.200
Rp. 20.000
Rp. 40.000
Rp. 42.700
Rp. 56.300
Rp. 60.000
Rp. 133.000
Rp. 54.000
Rp. 25.000
Rp. 30.000 Rp. 1.275.000
Rp. 789.000
Rp. 840.000
Rp. 1.032.000
Rp. 927.000
Rp. 1.362.000
Rp.3.216.000
Rp. 600.000
Rp.1.200.000
Rp. 1.281..000
Rp.1.689.000
Rp.1.800.000
Rp. 3.990.000
Rp.1.620.000
Rp. 750.000
Rp. 900.000
TOTAL Rp.2.023.000 Rp.1.247.300
X 30 Rp.37.419.000. Rp 775.700
X 30
Rp.23.271.000
Rp 23.271.000
X 11
Rp 255.981.000


Catatan: daftar proyeksi diatas terhitung setelah bulan ke-2. Sebab pada bulan pertama usaha ini belum memperoleh keuntungan.





V.3. Analisa Proyeksi Keuangan
V.3.1. Proyeksi Neraca
Neraca (Laporan Keuangan) Dilakukan untuk melihat posisi Keuangan usaha rumah makan berupa aset, likuiditas dan modal, yang dilakukan stiap akhir periode. Pada proyeksi neraca (table V.3.1) usaha india café. Terlihat komposisi harta , harta tetap, dan total aset.
Table V.3.1
India Café
Proyeksi Neraca Keuangan
Selama 1tahun
Asset
Kas Rp. 150.000.000,-
Modal Rp 73.000.000
Biaya Sewa tempat (minimal 1tahun) Rp 40.000.000,-
Beban gaji Rp 18.000.000,-
Perlengkapan :
Meja & Kursi (10 pasang @ Rp 350.000,- )Rp 3.500.000,-
Kipas Angin ( 6 buah @ Rp 200.000,-) Rp 2.000.000,-
Etalase besar Rp 1.000.000,-
Etalase kecil Rp 700.000,-
Spanduk, Brosur, dll Rp 600.000,-
Mangkok, piring, sendok, dll Rp 700.000,- +
Rp 8.500.000
Biaya Opersional:
Operasional listrik, air, telepon (1 thn @ 400.000) Rp 4.800.000,-
Biaya tidak terduga Rp 3.000.000,-
Peralatan :
- Peralatan memasak Rp 1.500.000,-
- Dekorasi Rp 1.200.000

Rp. 2.700.000 +
Total Asset Rp 150.000.600
Ekuitas
Modal Sendiri Rp. 150.000.000,-

V.3.2 Proyeksi Laba-Rugi
bulan pertaman usaha india café harus mengeluarkan biaya yang cukup besar tetapi pada bulan kedua usaha ini mulai meningkatkan pendapatan sehingga pada akhir tahun india café
mendapat Laba bersih sebesar (Rp 255.981.000 - Rp. 150.000.000 = Rp 105.981.000)

V.3.3 Payback period
Payback period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutupi kembali modal yang telah digunakan dengan menggunakan prodeceeds (keuntungan neto sesudah pajak)
(Rp 105.981.000 – 10.598.100 = 95.382.900)

V.4. Analisa Rasio Keuangan
Likuiditas
Kemampuan india café untuk memenuhi kewjiban lancarnya adalah sebagai berikut:
Karena pendapatan perbulan diasumsi rata sehingga diasumsi tiap bulannya saya dapat memperoleh keuntungan sebesar Rp 21.331.750 (8,33%)



















PENUTUP

Didalam proposal ini, saya telah menjelaskan jenis uasaha yang akan saya buka dalam. mulai dari biaya yang diperlukan, tempat dan waktu, jenisa makan, dan sebagainya.
Selain itu ada pun beberapa asumsi yang mendapat menyatakan bahwa usaha ini cukup menguntungan(lihat table V.2). sehingga, usaha ini layak untuk dibuka ini dikarenakan pada 1 tahun pertama india café dapat memperoleh laba bersih sebesar (150.000.000/255.981.000 x 100% = 58,59%) dan juga rumah makan khas india sangat jarang dijumpai disurabaya.
Hal inilah yang mendorong saya untuk membuka india café. Apalagi beberapa konsumen selalu memiliki rasa ingin mencoba setiap makanan. Sehingga tidak menutup kemungkinan rumah makan ini akan memperoleh keuntungan yang lebih dari asumsi diatas.
Maka dengan demikian rumah makan ini sangat layak untuk dicoba.
Demikian proposal ini saya buat, bila ada kata-kata saya yang salah dan kurang berkenang saya minta maaf sedalam-dalamnya. Selain itu, saya juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu saya dalam menyusun proposal ini sehingga dapat selesai tepat pada waktunya.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda