wirausaha sukses

Sabtu, 17 Januari 2009

E enterpreneurship

Membangun Usaha Melalui E-Enterprenuer

Membangun Bisnis Itu Perlu Konsep
11 July, 2007 04:00:00 wirausahacom
Font size:
Anda ingin berbisnis? Jangan tunda keinginan, mulai lah sekarang juga! Ajakan tersebut sering Kita baca dan dengar untuk memotivasi seseorang agar bersemangat dan berkeinginan untuk memulai bisnis yang sesungguhnya. Ada benarnya, karena jika ditunda-tunda bisa-bisa keinginan tersebut kandas karena terlalu banyak pertimbangan. Hanya saja ajakan tersebut bukan berarti bahwa memulai sebuah bisnis tidak membutuhkan persiapan.
Memulai bisnis yang baik membutuhkan sebuah konsep. Jika perlu konsep yang dibuat berbeda dalam artian lebih baik dibandingkan bisnis sejenis yang telah ada. Pertanyaan yang dapat membantu calon pebisnis membuat konsep adalah, seperti apa bisnis akan dijalankan?
Misalnya saja, calon pebisnis ingin mencoba bisnis berdagang kecil-kecilan produk tas. Untuk ini konsep berdagang yang akan dijalankan terlebih dahulu disusun dengan baik. Bagaimana penjualan dilakukan sehingga menarik pasar? Kemudian, siapa target pasarnya?
Membuat konsep bisnis seperti ini memerlukan kejelian calon pebisnis dalam melihat persaingan di pasar. Tak perlu ide-ide yang rumit, tapi buatlah konsep dengan pendekatan-pendekatan yang sederhana, namun langsung menuju pada pemecahan masalah, sehingga produk atau jasa mudah diterima oleh pasar.
Kembali pada contoh di atas, bisnis kecil-kecilan menjual tas. Namanya bisnis kecil-kecilan, ada kalanya calon pebisnis belum bisa atau belum berkeinginan menyewa/membeli kios atau toko sebagai etalase produk. Sementara menjual secara langsung kepada pelanggan, tentunya ada kelebihan yang harus ditawarkan. Jika tidak ada, bisa jadi pelanggan tidak berminat karena merasa lebih bebas memilih di toko dan harga mungkin tidak jauh berbeda. Nah untuk ini, konsep apa yang bisa digunakan? Misalnya calon pebisnis menawarkan pembayaran cicilan 2 kali untuk setiap produk yang akan dijual. Meski produk sejenis berharga sama dengan di toko, metode bayar dua kali ini bisa jadi salah satu penarik.
Daftar pertanyaan untuk bisnis terkait selanjutnya, darimana produk bisa didapatkan calon pebisnis sehingga memberikan hasil optimal? Untuk ini calon pebisnis tentu perlu mencari informasi tentang supplier produk yang cocok untuk konsep bisnis.
Dari penyusunan konsep sebuah bisnis, calon pebisnis selanjutnya bisa memperkirakan besaran marjin yang akan didapat. Selanjutnya kelihaian mengutak atik konsep sehingga memperoleh marjin dan pencapaian optimal yang diperkirakan akan memuaskan calon pebisnis.
Robert T Kiyosaki dalam gagasannya 'how to get rich' memberikan enam kiat yang dapat diaplikasikan seseorang untuk menjadi kaya. Salah satu kiat tersebut adalah penguasaan atas empat konsep bisnis yaitu pemasukan, pengeluaran, neraca aset, dan liabilities.
Jadi jika telah yakin ingin menjalankan sebuah bisnis, susun segera konsep bisnis yang akan dijalankan. Selanjutnya konsep tersebut akan jadi panduan calon pebisnis dalam menjalankan bisnis. Yakin lah, dengan membuat konsep sebuah bisnis yang baik sebelum memulainya, Anda akan lebih yakin dan optimis dalam menjalankan mimpi Anda. (SH)

Langkah Pasti Memulai Bisnis
11 April, 2007 03:35:00 wirausahacom
Font size:
Banyak orang yang ingin berbisnis, namun ketika serius berpikir tentang keinginan tersebut ia kembali mengurungkan niatnya. Pasalnya sering muncul kebingungan di benak mereka. Misalnya, bingung akan menjalankan usaha apa, atau bingung akan memulai bisnis dari mana. Ahmad Khoerussalim Ikhs, pendidik sekaligus praktisi di bidang kewirausahaan menyebut kebiasaan banyak orang tersebut sebagai blocking mental. Artinya, seseorang mengalami ketakutan untuk memulai, khawatir untuk memulai, serta sulit untuk memulai. Menurut Salim, kondisi tersebut bisa terjadi karena seseorang tidak bisa menerima challenge.
Lantas apa yang dilakukan untuk mengatasi hambatan memulai bisnis seperti kasus di atas? Jika Anda salah seorang yang menjalani pengalaman serupa, semoga resep Salim berikut bisa membantu.
Sebagai sebuah kebiasaan buruk, blocking mental menurut Salim perlu disingkirkan. Caranya tak lain adalah dengan mengubah minset yang selama ini tercipta di kepala. “Jangan berpikir bergantung pada orang lain. Tapi berpikir lah bagaimana mengusahakan sesuatu yang bisa membantu orang lain,” ujar Salim.
Kebingungan sebelum memulai usaha menurutnya biasa muncul karena seseorang tidak memiliki wawasan yang terbuka tentang berbagai hal di dunia bisnis. Untuk itu, ada baiknya bagi mereka yang ingin berbisnis lebih mengembangkan pengetahuan di berbagai bidang. Jadi jangan harap seseorang yang malas untuk menggali informasi dan pengetahuan di berbagai bidang di dunia bisnis bisa dengan cepat melangkahkan kaki memulai bisnis. Karena itu, perluaslah cakrawala pengetahuan Anda sebelum memulai bisnis.
Satu lagi pesan bagi yang akan memulai bisnis. Berbisnis janganlah bertujuan mencari pendapatan tetap. Melainkan, buatlah tujuan tetap berpendapatan. Pengaruhnya akan cukup besar. Tidak percaya? “Seorang karyawan atau pekerja memang bisa memperoleh pendapatan rutin setiap bulannya. Tapi bagi pengusaha, bisa berpeluang lebih dari itu. Seorang pengusaha bisa tetap berpendapatan setiap hari,” kata Salim menutup percakapan. (SH)








10 Tips Memulai Bisnis yang Sukses
06 November, 2007 05:25:00 wirausahacom
Font size:
Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dam membuatnya sukses.
1. Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan.
2. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja. Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.
3. Jangan kerjakan hal tersebut sendirian. Anda membutuhkan dukungan ketika memulai bisnis (dan setelahnya). Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberikan ide dan akan mendengat secara simpatik hingga hal penting tarakhir memulai bisnis tidak ternilai harganya.
4. Pertama dapatkan klien atau pelanggan. Jangan menanti sampai Anda telah secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa mereka. Kembangkan jaringan atau network, buat kontak. Jual atau berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat.
5. Tulis perencanaan bisnis. Alasan penting membuat rencana bisnis adalah langkah ini dapat membantu Anda menghindari habisnya waktu dan uang mwmulai bisnis yang tidak akan sukses.
6. Lakukan riset. Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus.
7. Dapatkan bantuan profesional. Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, hire lah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, hire lah 1 orang. Anda akan membuang lebih waktu dan munkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.
8. Dapatkan uang. Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian track records.
9. Jadi lah profesional semenjak memulai. Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan.
10. Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama. Hal tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu. Apakah bisnis anda butuh teregistrasi? Akankah Anda harus memiliki asuransi untuk karyawan atau deal dengan pajak gaji? Akan bagaimana bentuk bisnis yang Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak dan hukum sebelum Anda memulai bisnis dan mengoperasikann


Karakteristik Wirausahawan Andal :
1. Punya rasa percaya diri dan kemandirian yang tinggi.
2. Mencintai kegiatan usahanya dan perusahaannya secara lugas dan tangguh.
3. Mau dan mampu mencari dan menangkap peluang.
4. Mau dan mampu bekerja keras dan menekuni bidang usahanya tanpa kenal menyerah.
5. Mau dan mampu berkomunikasi baik dengan pihak internal maupun eksternal
6. Mau dan mampu bernegosiasi dengan win-win solution.
7. Menghadapi hidup dan menangani usaha dengan terencana, jujur, hemat, dan disiplin.
8. Mau dan mampu meningkatkan kapasitas diri sendiri dan kapasitas perusahaan dengan mengelola dan memotivasi orang lain (leadership/managerialship).
9. Mau dan mampu melakukan perluasan dan pengembangan usaha dgn resiko yang moderat.
10. Berusaha mengenal dan mengendalikan lingkungan serta menggalang kemitraan.




























Penguasaan Pasar dan Kemampuan Bisnis
07 March, 2007 03:30:00 wirausahacom
Font size:
Ingin membuka usaha toko kue tidak bisa memasak kue? Atau ingin membuka usaha butik tapi tidak bisa menjahit? Tidak masalah. Karena menguasai proses produksi sebuah usaha tidak mutlak diperlukan untuk memulai sebuah usaha. Sebuah toko kue yang tidak memproduksi sendiri bisa saja membeli atau memesan dari pihak lain. Begitu juga dengan toko butik.
Sekecil apapun usaha yang akan dimulai, beberapa hal sangat penting untuk dimiliki. Kemampuan membaca selera pasar serta pilihan target pasar yang tepat misalnya. Sehubungan dengan ini pemilihan tempat usaha tentu juga sangat menentukan keberhasilan.
Selanjutnya, usaha harus didukung dengan promosi yang baik. Untuk tahap awal, promosi bisa dilakukan melalui kenalan atau relasi. Semakin banyak relasi, kesempatan promosi tentunya terbuka lebih luas. Ditambah dengan tata tertib administrasi usaha merupakan langkah awal yang baik dalam menjalankan bisnis
Namun tak ada salahnya menambah keahlian sehubungan produksi bidang usaha yang akan digeluti. Dengan seseorang memiliki keahlian menjahit misalnya, akan dapat membangkitkan kreatifitas dalam memilih gaya dan ciri khas dari busana yang dijual. Gaya dan ciri khas tersebut bisa memberikan nilai lebih dibandingkan usaha sejenis.
Jika memungkinkan, rencanakan untuk selalu berusaha meningkatkan keahlian yang dapat menunjang bisnis. Kursus manajemen kewirausahaan, kursus pembukuan dan lain-lain patut dipikirkan bagi yang belum banyak memiliki pengetahuan di bidang ini. Memang sebagai pemilik sekaligus pimpinan usaha, seseorang tidak harus menjalankan segala sesuatu sendirian. Namun dengan memiliki pengetahuan secara umum akan membuat seseorang jauh lebih percaya diri dalam menjalankan usaha. (SH)


MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN USAHA KITA
A. Ciri-ciri Wirausaha

Sebelum menerangkan ciri-ciri Wirausaha, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu Tentang pengertian Wirausaha, Kewirausahaan dan Wirausahawan. Wirausaha, Kewirausahaan, dan Wirausahawan itu apa? Wirausaha adalah kemampuan seseorang untuk hidup sendiri atau berdikari di dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya yang bebas atau merdeka secara lahir dan bathin.

Adapun yang dimaksud dengan kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Kalau yang dimaksud dengan wirausahawan itu adalah orang-orang yang terampil memanfaatkan peluang-peluang di dalam mengembangkan bidang usaha dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang sesuai dengan rencananya.

Pada dasarnya di alam pembangunan sekarang ini, semua orang warga Indonesia dituntut untuk memiliki jiwa kewirausahaan. Sebenarnya kita semua adalah merupakan Wirausaha yang baik dalam arti mampu berdiri sendiri dalam menjalankan usahanya, pekerjaanya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, masyarakat, bangsa dan negara. Maka dari itu seorang Wirausaha yang berhasil harus memiliki jiwa semangat kewirausahaan berdasarkan norma-norma yang sudah ditentukan.


Keberhasilan untuk menjalankan hidup berrdiri sendiri dalam Wirausaha harus berdasarkan kepada hal-hal di bawah ini :

1. Bebas dari perasaan takut, cemas dan rendah diri di dalam berusaha,
2. Disiplin dan berkepribadian yang kuat di dalam menjalankan usahanya,
3. Bekerja dan berusaha dengan tekun dan tekad yang kuat untuk maju,
4. Berusaha dengan penuh keyakinan, iman dan penuh ketawakalan dalam berusaha,
5. Keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri di dalam berusaha,
6. Mempunyai bakat serta mengembangkannya di dalam wirausaha,
7. Mempunyai semangat tinggi dan penuh kesungguhan di dalam usaha.


Dari penjelasan di atas, akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa ciri-ciri seorang Wirausaha yang baik itu, adalah sebagai berikut :

1. Mempunyai semangat dan kemauan untuk mengatasi kesulitan dan permasalahan,
2. Mempunyai kemampuan dalam menilai kesempatan-kesempatan di dalam berwirausaha,
3. Mempunyai keberanian untuk mengambil resiko dalam menjalankan usahanya demi mengejar suatu keuntungan,
4. Mempunyai daya kreasi, imajinasi di dalam mengenbangkan bidang usaha yang digelutinya,
5. Mempunyai cara menganalisis yang tepat, sistematis dan metodologis di dalam mengembangkan bidang usahanya,
6. Memiliki kemampuan, kemauan dan tekad bulat di dalam mengembangkan bidang usaha guna mencapai kemajuan dan tujuannya,
7. Membawa teknik-teknik baru dalam mengorganisasi usaha-usahanya secara tepat guna, efektif dan efisien,
8. Berusaha tidak konsumtif dan selalu menanamakn kembali keuntungan yang diperolehnya di dalam kegiatan bidang usahanya
.



Dengan perkataan lainnya ciri-ciri seorang Wirausaha itu
diantaranya :

1. Mempunyai kemauan yang kuat untuk berusaha,
2. Selalu beriman dan berbuat kebaikan,
3. Mempunyai perjuangan yang tidak mengenal lelah di dalam berusaha,
4. Percaya kepada keyakinan terhadap diri sendiri untuk maju,
5. Bertanggungjawab atas kemampuan dan kemajuan dalam bidang usahanya,
6. Supel di dalam pergaulan bisnisnya,
7. Pandai cara bernegosiasinya untuk memajukan bidang usahanya,
8. Berpikir secara positif untuk maju dalam bidang usahanya,
9. Berinisiatif, kreatif dan disiplin terhadap kegiatan usahanya,
10. Beritikad baik untuk memperoleh kemajuan di bidang usahanya.


B. Etika Wirausaha

Sebelum menyebutkan Etika Wirausaha, sebaiknaya kita menjelaskan terlebih dahulu pengrtian tentang etika. Etika itu apa? Etika adalah prinsip-prinsip yang sistematisasi masalah tindakan moral yang betul dan berisi ketentuan-ketentuan serta nilai-nilai yang dapat digunakan di dalam kehidupan sehari-hari.Di dalam kehidupan bidang usaha atau dunia bisnis, seorang Wirausaha tidak berdiam diri sendiri, tetapi sangat perlu bantuan para Wirausaha lainnya, adanya bantuan dari pihak pemerintah atau badan-badan usaha terkait lainnya.

Oleh karena itu, seorang Wirausaha harus menunjukan tingkah laku yang baik, sopan santun, tolong-menolong, tenggang rasa, hormat-menghormati satu sama lainnya. Masalah sopan santun, hormat- menghormati, tolong-menolong, dan tatakrama di dalam berwirausaha sehari-hari itu adalah merupakan etika. Jika kata etika digabungkan dengan Wirausaha akan menjadi Etika Wirausaha. Dengan demikian Etika Wirausaha itu adalah prinsip-prinsip atau pandangan-pandangan dalam kegiatan bidang wirausaha dengan segala persoalannya untuk mencapai suatu tujuan serta melaksanakan nilai-nilai yang bermanfaat untuk meningkatkan kehidupan usaha sehari-hari.







Dengan perkataan lainnya Etika Wirausaha itu adalah merupakan adat sopan-santun, adat kebiasaan dan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan kewirausahaan. Oleh karena itu diharapkam seorang Wirausaha kegiatan usahanya, harus mempunyai :

1. rasa kesusilaan atau budi pekerti yang baik.
2. rasa sopan santun di dalam segi kehidupan berwirausaha.
3. tatakrama di dalam segala tindakan dan perbuatan waktu berwirausaha.
4. mempunyai tanggungjawab pada usahanya.
5. bersikap jujur, benar sesuai dengan profesi usahanya.

Wirausaha adalah merupakan kelompok orang-orang secara teratur, berencana melakukan tugasnya sesuai dengan rasa tanggungjawab dalam mengembangkan bidang usaha untuk kepentingan pribadinya dan lingkungannya. Setiap orang yang menjalankan Wirausaha harus dapat menyesuaikan diri dengan aturan-aturan, tata tertib, pedoman-pedoman dan etika kewirausahaan. Etika Wirausaha adalah tata aturan, disiplin, adat istiadat yang sudah ditentukan oleh perkumpulan Wirausaha Etika Wirausaha adalah merupakan norma-norma sebagai pedoman melaksanakn kegiatan di bidang usaha yang mengikat dirinya untuk membela pribadinya, keluarganya, masyarakat, bangsa dan negaranya.

Adapun norma-norma Etika Wirausaha yang harus dijalankan atau dilakukan oleh para wirausaha adalah :

1. mendukung dan membela ideologi negara yaitu Pancasila,UUD 1945 dan kebijaksanaan pemerintah,
2. lebih meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
3. menjaga nama baik para wirausaha,
4. melakukan dan memperlihatkan perilaku dan sikap yang sesuai dengan jabatan wirausaha,
5. melaksanakn tugas sesuai dengan jabatan kewirusahaan dengan penuh dedikasi yang tinggi.


Secara singkat etika itu dapat diartikan, sebagai berikut :

1. Etika adalah suatu kebiasaan yang baik di dalam berwirausaha.
2. Etika adalah nilai-nilai yang baik di dalam menjalankan kewirausahaan.
3. Etika adalah prinsip-prinsip yang berisi norma-norma di dalam berwirausaha


Dari penjelasan materi di atas, akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan Etika Wirausaha itu, adalah sebagai berikut :

1. Wirausaha adalah tugas mulia dan kebiasaan baik, artinya wirausaha bertugas untuk mewujdkan suatu kenyataan hidup berdasatrkan suatu kebiasaan yang baik di dalam berwirausaha.
2. Menempa pikiran untuk maju, artinya wirausaha melatih untuk membiasakan diri untuk berprakasa baik, brtanggungjawab, percaya diri untuk dapat mengerjakan kebaikan dan meningkatkan daya saing, serta daya juang untuk mempertahankan hidup dari prinsip-prinsip berwirausaha.
3. Kebiasaan membentuk watak, artinya wirausaha berdaya upaya untuk membiasakan diri berpikir, bersikap mental untuk berbuat maju, berpikir terbuka secara baik, bersih dan teliti.
4. Membersihkan diri dari kebiasaan berpikir negatif, artinya wirausaha harus berusaha dan berdaya upaya untuk menanggalkan dan membersihkan diri dari kebiasaan cara berpikir, sikap mental yang tidak baik, misalnya menyakiti orang lain, serta menjauhkan diri dari sikap selalu menggantungkan pada kemujuran nasib.
5. Kebiasaan berprakarsa, artinya seorang seorang wirausaha harus membiasakan diri untuk mengembangkan dalam berprakarsa dalam kegiatan pengelolaan usaha, dapat memberikan saran-saran yang baik, serta dapat menolong kepada dirinya sendiri.
6. Kepercayaan kepada diri sendiri, artinya seorang wirausaha harus percaya kepada diri sendiri, harus mempunyai keyakinan dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta dapat meningkatkan nilai-nilai kehidupan di dalam berwirausaha.
7. Membersihkan hambatan buatan sendiri, artinya seorang wirausaha harus berusaha membebaskan dari hambatan-hambatan dari adanya produk buatan sendiri. Seorang wirausaaha jangan mempunyai pikiran ragu-ragu, merasa tukut, merasa rendah diri terhadap hasil produk buatan sendiri.
8. Mempunyai kemauan, daya upaya dan perencanaan, artinya seorang wirausaha harus mempunyai kemauan, serta daya upaya untuk mengetahui kemampuan dalam hidupnya, cara merencanakan dalam mengejar cita-cita mengembangkan usahanya yang berhasil berdasarkan prinsip-prinsip kewirausahaan.






Memahami 9 Aspek Penting Sebelum Memulai Usaha
21 November, 2007 05:40:00 wirausahacom
Font size:
Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis.
Salah satu seminar Gerald Abraham salah seorang penasehat bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah konsultan keuangan di tahun 2006, berisi tentang menjadi sukses dengan memahami 9 aspek penting sebelum memulai usaha.
1. Memahami konsep produk atau jasa secara baik
Sebelum memulai suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti. Kita perlu memahami bukan hanya secara teknis produksi tetapi juga pasar dan prospek mulai daripada lingkungan yang terkecil kepada lingkungan yang terbesar. Dalam topik ini dibahas secara menyeluruh aspek-aspek yang penting dalam melakukan analisa atas kelayakan dan prospek produk termasuk produk-produk yang sama sekali baru dengan melihat sisi human behavior, kebutuhan pasar dan lainnya.
2. Membuat visi dan misi bisnis
Setiap orang yang mau memulai bisnis harus mengetahui visi dan misi yang akan menjadi panduan seseorang untuk tetap fokus kepada tujuan bisnis dan organisasi yang awal. Seringkali suatu usaha pada saat mulai berkembang pada tahap berikutnya mengalami kegagalan karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru. Dalam topik ini setiap orang akan belajar bagaimana membuat visi dan misi dalam kaitannya dengan latar belakang pribadi dan pengetahuan usaha yang akan anda rintis.
3. Perlunya winning, positive dan learning attitude untuk menjadi sukses
Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha anda selain daripada pemahaman usaha anda. there is no over night success sesuatu yang harus dicamkan daripada setiap calon “entrepreneur” karena dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kesinambunga, dan melihat permasalahan secara positif yang tidak membuat anda menjadi patah semangat namun melihat setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan.Anda akan belajar untuk mengembangkan sikap-sikap diatas untuk menjadi “bisnis entrepreneur” yang sukses.
4. Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari usaha daripada risiko bisnis dan keuangan.
Secara statistik hampir seluruh kegagalan bisnis kecil dan menengah disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan bisnis yang anda buat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya dan aspek lainnya dalam perencanaan bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau praktek yang ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan dan proyeksi pendapatan dan biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon pengusaha untuk menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal kerja termasuk struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi secara komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon entrepreneur untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen dan keuangan dan membuat langkah-langkah pengendalian untuk dapat menghindari setiap resiko tersebut.
5. Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari usaha daripada risiko manajemen.
Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat, perekrutan pegawai yang tidak efektif sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu dan biaya, pelatihan yang tidak baik sehingga produktivitas pegawai yang rendah dan masih banyak lagi permasalahan organisasi. Dalam topik ini kami akan memberikan pengetahuan dasar dan aspek-aspek yang sangat penting yang harus dipelajari oleh calon bisnis entrepreneur untuk menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.
6. Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha Anda sudah berhasil.
Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya untuk memulai usaha seringkali apabila kita merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk menjadi sukses. Topik ini akan membantu kita untuk memahami kriteria pegawai yang baik dan sesuai dengan kebutuhan usaha, manajemen SDM secara umum termasuk sistim penilaian kinerja pegawai sehingga setiap pegawai akan merasa puas dan juga bagaimana memotivasi pegawai baik secara psikologi umum maupun dengan sistim insentif untuk mengoptimalkan kinerja pegawai.
7. Mengapa kreativitas, kepemimpinan dan proses pembuatan keputusan sangat penting?
Dalam memulai usaha umumnya setiap calon entrepreneur akan mengalami banyak permasalahan dan krisis. Banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kreativitas, kepemimpinan dan pembuatan keputusan yang tepat untuk mencari solusi yang baik. Kreativitas seperti “thinking outbox” atau kemampuan melakukan analisa permasalahan di luar pemahaman yang sudah ada dan mencari alternatif solusi yang kreatif akan sangat membantu usaha anda untuk berhasil. Kreativitas juga akan sangat membantu anda untuk menyesuaikan produk-produk anda agar dapat diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun usaha anda. Kepemimpinan sangat penting dalamkrisis untuk membuat setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usaha anda percaya bahwasanya anda tidak panik, menjadi tempat last resort solusi atas semua permasalahan dan menjadi panutan. Proses Pembuatan Keputusan akan membantu anda dalam mencari alternatif solusi dan memilih yang terbaik untuk usaha dan organisasi anda. Dalam topik ini anda akan mendapatkan cara-cara mengembangkan kreativitas usaha anda, ciri-ciri kepemimpinan yang cocok dengan latar belakang pribadi anda dan bagaimana proses yang benar dalam membuat keputusan dalam setiap permasalahan.
8. Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan
Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha anda. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya. Dalamtopik ini akan dibahas pengetahuan dasar atas cash flow atau arus kas yang seperti darah dalam tubuh manusia, biaya pendanaan, pembiayaan modal kerja dan investasi, struktur modal, aset perusahaan, penyertaan modal dan lainnya.
9. Pemasaran, pelayanan dan product brand
Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar untuk meningkat penjualan dan keuntungan usaha. Di lain pihak tanpa pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sukar suatu usaha untuk memperoleh pelanggan yang loyal yang merupakan kunci perkembangan usaha. Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih mudah karena pelayanan yang baik akan menciptakan product brand yang baik kepada calon pelanggan baru. Dalam topik ini akan dibahas secera menyeluruh semua aspek penting dalam membuat strategi pemasaran, identifikasi pelayanan yang dibutuhkan pelanggan dan bagaimana menciptakan product brand dan efeknya kepada keberhasilan usaha.















Rambu-rambu Memulai Bisnis
24 May, 2007 03:45:00 wirausahacom
Font size:
Banyak hal harus diketahui dan dipersiapkan pebisnis sebelum melangkah memulai bisnis. Tujuannya tidak lain adalah untuk meminimalisir risiko kerugian pada usaha yang akan dijalankan. The My Own Business, Inc, sebuah organisasi non profit di bidang pendidikan kewirausahaan berbasis di Los Angeles, pada website-nya memberikan 10 hal yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan oleh seorang calon pebisnis dalam memulai bisnis. Berikut uraiannya.
10 hal terpenting yang dilakukan ketika memulai sebuah bisnis:
1. Hidup sederhana dan simpan sebagian uang untuk usaha
2. Pelajari bisnis yang diinginkan dengan cara bekerja untuk orang lain dalam bisnis sejenis.
3. Pertimbangkan keuntungan dari memulai bisnis sambilan.
4. Pertimbangkan keuntungan-keuntungan mengoperasikan bisnis keluarga.
5. Mengukur secara objektif keahlian calon pebisnis dan latihan persaingan lawan potensial.
6. Memikirkan kontak tambahan untuk membuat biaya supplier yang rendah jika bisnis yang akan dijalankan adalah memproduksi sebuah produk.
7. Adakan tes pasar terhadap produk atau jasa sebelum dimulai atau diperluas.
8. Membuat daftar "for" dan "against" yang menjelaskan secara spesifik bisnis yang dipertimbangkan.
9. Bertemu dengan banyak orang dalam bisnis yang dikehendaki untuk mendapatkan masukan/nasehat
10. Membuat analisis komparatif dari semua peluang yang dipertimbangkan

10 hal terpenting yang dilarang dilakukan ketika memulai bisnis:
1. Berpikir meninggalkan pekerjaan sebelum menyelesaikan memulai rencana-rencana bisnis..
2. Berpikir memulai sebuah bisnis dalam lingkungan yang tidak disukai.
3. Tanggungan semua aset-aset keluarga. Batasi kewajiban untuk mengantisipasi jumlah tertentu.
4. Bersaing dengan karyawan dalam bisnis sambilan yang dijalankan
5. Tergesa-gesa dalam memulai bisnis. Di sini tidak ada pinalti untuk ketinggalan oleh bisnis.
6. Memilih bisnis yang sangat berisiko tinggi. Berjalan dengan hambatan di dua kaki
7. Memilih bisnis dimana harus memiliki harga terendah untuk sukses.
8. Mengabaikan aspek-aspek negatif pada bisnis yang dikehendaki.
9. Memberi ijin pada kepercayaan diri untuk memikul beban lebih berat dari kehati-hatian
10. Sangat menyanjung konseptual/teori sehingga mencegah kenyataan untuk menguji kebenarannya untuk pertama kali.


Modalnya Bukan Hanya Duit
g Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak dan hukum sebelum Anda memulai bisn
is dan mengoperasikann
15 May, 2007 03:40:00 wirausahacom
Font size:
Tak punya banyak uang tapi ingin berwirausaha, apa bisa? Tapi buktinya memang ada saja pengusaha sukses tanpa mengandalkan modal (dalam arti dana,- Red) besar di awal bisnisnya ternyata meraih sukses. Bahkan sebagiannya lagi dengan dana nol, memberanikan diri untuk mulai berwirausaha.
Kondisi tersebut agaknya bisa sejalan jargon yang sering dibunyikan para pakar dan konsultan kewirausahaan, “Tidak punya uang, mari berwirausaha”. Maksudnya kurang lebih, berwirausaha dapat diandalkan sebagai salah satu sumber pendapatan, asalkan pebisnis memiliki modal kuat untuk berbisnis. Sementara uang bukanlah satu-satunya penentu bisa tidaknya sebuah bisnis dimulai.
Jangan lupa, modal tidak selalu identik dengan kepemilikan dana segar, melainkan juga bagaimana caranya memanfaatkan peluang serta waktu yang ada. Ketika ide hadir, apakah bisa dengan cepat direalisasikan. Apakah sudah siap dengan sikap mental positif dalam berbisnis? Masih banyak modal selain uang yang menentukan langkah seseorang dalam memulai bisnis.
Namun sungguh sayang, banyak langkah untuk memulai bisnis terhenti hanya karena alasan tidak memiliki modal uang. Sementara factor lain yang tak kalah penting sering terabaikan.
Lebih dari hanya sekedar kebutuhan uang, dunia kewirausahaan penuh dengan ketidakpastian. Sementara informasi yang dimiliki oleh yang akan memulai usaha sedikit. Oleh karenanya, seorang calon pebisnis dituntut untuk memiliki sikap berani bertindak, mengambil risiko.

Sikap Mental Positif
Dalam sebuah modul pendidikan kewirausahaan yang disusun oleh Avin Fadilla Helmi & Rista Bentara Megasari, terdapat beberapa aspek kepribadian dan motif yang berpengaruh dalam memanfaatkan peluang.
Ektraversi terkait dengan sikap sosial, asertif, aktif, ambisi, inisiatif, dan ekshibisionis. Sikap ini akan membantu entrepreneur untuk mengeksploitasi peluang terutama dalam memperkenalkan ide ataupun kreasi mereka yang bernilai kepada calon pelanggan, karyawan, dan sebagainya. Sikap ini membantu entrepreneur untuk mengombinasikan dan mengorganisasikan sumber daya dalam kondisi yang tidak menentu.
Agreebleeness (Kesepahaman), terkait dengan keramahan, konformitas sosial, keinginan untuk mempercayai, kerjasama, keinginan untuk memaafkan, toleransi, dan fleksibilitas dengan orang lain. Hal ini akan membantu entrepreneur dalam membangun jaringan kerjasama untuk kematangan bisnisnya terutama aspek dari keinginan untuk mempercayai orang lain.
Selanjutnya, pengambilan risiko, berkaitan dengan kemauan seseorang untuk terlibat dalam kegiatan berisiko. Beberapa risiko yang mungkin dihadapi oleh entrepreneur antara lain pemasaran, finansial, psikologis dan sosial. Seseorang yang memiliki perilaku pengambilan resiko yang tinggi akan lebih mudah dalam mengambil keputusan dalam keadaan yang tidak menentu dan mengorganisasikan sumber daya yang dimilikinya terutama dalam memperkenalkan produknya ke pembeli.
Sementara, hal yang tak kalah penting dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan adalah motivasi. Sebagian besar entrepreneur dimotivasi oleh keinginan untuk menentukan nasibnya sendiri, yaitu kebutuhan untuk berprestasi dan kebutuhan untuk independen.
Keinginan untuk berprestasi memicu seseorang untuk terlibat dengan penuh rasa tanggung jawab. Kebutuhan berprestasi yang tinggi dapat dilihat dari kemampuan individu dalam menghasilkan sesuatu yang baru terhadap masalah khusus. Selanjutnya, kebutuhan berprestasi juga dicirikan dengan adanya penentuan tujuan, perencanaan, dan pengumpulan informasi serta kemauan untuk belajar.
Ciri selanjutnya dari adanya kebutuhan berprestasi adalah kemampuan dalam membawa ide ke implementasi di masyarakat. Dengan demikian, kebutuhan berprestasi yang tinggi akan membantu seorang entrepreneur dalam menjalankan usahanya untuk memecahkan masalah sesuai dengan penyebabnya, membantu dalam menentukan tujuan, perencanaan, dan aktivitas pengumpulan informasi. Selain itu, kebutuhan informasi akan membantu entrepreneur untuk bangkit dengan segera ketika menghadapi tantangan.
Jadi uang bukanlah segalanya dalam memulai usaha. Untuk memulai sebuah bisnis, modal sikap mental positif tak kalah pentingnya dibandingkan modal uang. Bagaimana, Anda siap berbisnis? (SH)
Kenapa kebanyakan blogger gagal?
Kenapa sangat sulit untuk bertahan menjadi blogger profesional. Kebanyakan dari kita selalu gagal. Dalam arti tidak bisa menghasilkan uang secara kontinyu, ataupun sudah mencoba tetapi tetap saja belum berhasil untuk mendapatkan Penghasilan dari Blog. Berikut adalah hal-hal yang perlu anda perhatikan agar anda tidak gagal dalam menekuni atau menjadi Blogger Profesional :

1. Jangan Termotivasi dengan uang
Jika anda blogging hanya untuk uang, ketika sampai pada bulan ketiga dalam kehidupan blog dan anda hanya mendapakan sedikit uang, tantangannya adalah apakah anda masih diasana pada bulan keempat dan seterusnya ketika anda tidak memnghasilkan sama sekali. Fokus pada motivasi dalam menikmati proses dalam menulis topik yang anda pedulikan dan berinteraksi dengan orang lain yang sama ketertarikannya dengan anda. Anda akan membutuhkan tenaga yang lebih, akan menikmati penjalanan dan menjaganya sampai benar-benar menghasilkan yang bagus secara fianasial.

2. Jangan mulai sebuah blog tentang menghasilkan uang dari blogging atau menghasilkan uang online kecuali anda sudah membuat uang yang bagus dari blog dan bisnis internet atau bisnis internet dan bisa mempresentasikan informasi ini dengan cara yang belum di lakukan oleh orang lain (gaya penulisa yang unik, pengalaman hidup yang unik, etc). Aturan yang sama juga berlaku pada topik yang sudah dipenuhi dengan para ahli. Tidak jadi masalah anda blogging tentang sebuah topik yang anda nikmati dan mungkin anda belum ahli disana, tapi jika ada ratusan blog yang mirip dengan milik anda hanya satu yang akan mendapatkan kredibilitas dengan baik. Kredibilitas bisan didapatkan dari pembuktian atau lewat kualitas dari informasi yang anda berikan,biasanya datang dari orang yang berpengalaman. Jika kelikatannya sulit, jangan mempersulit hidup anda. Pindahlah dan temukan topik yang bisa anda dominasi.

3. Memilih niche yang salah
Seperti memasuki bursa yang kacau bisa menjatuhkan sebuah blog, blogging tentang topik suatu topik yang tidak menarik. Saya katakan anda tidak akan pernah tahu sampai anda mencoba, tapi jika topik anda tidak pernah disebutkan dimanapun – tidak ada forum, tidak ada website, kosong – jangan asumsikan ini adalah niche yang belum digarap. Mungkin saja tidak ada audien.

4. Melompat dari blog ke blog
Saya heran dengan banyaknya blogger bagus disana belum digarap dengan bagus kemudian tiba-tiba mulai blog lain dan membagi output dia ke dua blog tadi. atau lebih buruk lagi, mereka menghentikan blog bagus mereka ketika membangun momentum untuk memulai blog lain. Jika anda ingin blogging jangka panjang anda harus fokus pada satu blog untuk memberikan kesempatan untuk sukses.

5. Berfikir blogging Dapat Menghasilkan Uang Dengan Mudah
Banyak orang yang baru masuk blogosphere berfikir bahwa dalan satu jam atau satu dua hari mereka akan menjadi terkenal dan mendapatkan beberapa ribu dolar sebulan atau lebih. Saya mengadvokasi blogging paruh waktu untuk mendapatkan penghasilan full-time, tapi itu tidak terjadi dalam semalam. Jika anda berpikir hal itu akan terjadi pada anda dalam satu mingu, satu bulan atau bahkan enam bulan, anda akan kecewa. Iru membutuhkan kerja, khususnya pada permulaan, untuk membangun blog yang sukses, tapi ada balasan yang membuatnya patut di perjuangkan. Jika waktu anda penuh saat ini dan tidak menyiapkan ruang untuk regular, dan saya maksudkan pekerjaan rutin untuk blog anda, anda mungkin belum saatnya untuk masuk ke dalam permainan ini.

Bagaimana cara untuk mendapatkan umpan balik dari konsumen
By Joko Susilo |
Duduklah di kursi pembeli. Itu cara terbaik memahami apa yang dipikirkan pembeli. Kalau anda ingin mendapat umpan balik dari pengunjung, pastikan dulu apakah anda sudah melakukan apa yang mereka mau?
Mungkin, pelanggan anda membeli produk anda justru bukan karena produk utama yang anda tawarkan. Tapi, karena produk gratisan yang anda beri. Memahami pikiran pelanggan jadi modal penting dalam bisnis anda.
Bagaimana tidak? Anda bisa memperbaiki layanan anda dan memperbarui semua produk anda. Selain itu, anda pun jadi mengerti pemasaran dan iklan apa yang cocok untuk produk anda. Taktik apa saja yang mujarab merayu mereka? Dan, sales copy yang bagaimana yang paling pas?
Mendapat respon balik dari pengunjung sebenarnya tidak sulit. Anda hanya perlu menjalankan teknik-teknik di bawah ini…
• Sebar survei dan kuesioner. Publikasikan materi survei dan kuesioner di situs web, ezine, newsletter, direct mail, atau bahkan di dalam paket produk anda. Untuk membuat mereka mau mengisi kuesioner tersebut, anda bisa memberi iming-iming hadiah atau penawaran layanan tertentu. Lalu anda bisa posting hasil kuesioner tersebut di message boards, milis, ataupun forum diskusi.
• Buat komunitas khusus pengguna produk anda. Tepatnya, buatlah forum untuk para pelanggan anda. Masukkan chatroom, message board dan diskusi email di situs web khusus yang diperuntukkan bagi para pelanggan anda. Atau bisa juga dalam komunitas fans blog anda. Jangan malas untuk jadi moderator bagi mereka. Tujuannya, anda bisa melihat apa yang pelanggan anda sedang diskusikan tentang perkembangan bisnis anda.
• Berikan berbagai produk secara gratis pada beberapa pelanggan. Selanjutnya, minta mereka untuk menggunakan produk tersebut. Dan, jangan lupa minta mereka untuk mereview juga. Dan, terakhir, berikan formulir evaluasi. Rayu mereka untuk mengisi dan segera mengembalikan formulirnya pada anda. Apa yang mereka tulis di form evaluasi adalah respon balik yang penting untuk kelangsungan bisnis anda ke depan.
• Jaga hubungan dengan semua pelanggan anda. Usahakan anda tetap berhubungan dengan mereka secara teratur. Misalnya, dengan menawarkan langganan ezine gratis. Tanyakan apakah mereka mau mengupdate produk mereka setiap kali anda melakukan pengubahan produk? Atau juga saat anda mengubah situs web anda. Setiap anda selesai melakukan transaksi jual beli dengan pelanggan, jangan berhenti di situ saja. Tindak lanjuti semua pelanggan anda untuk mengetahui apakah mereka puas dengan apa yang mereka beli. “Apakah mereka puas dengan produk saya?” segera temukan jawabannya!
• Permudah cara pelanggan menghubungi anda. Jangan sampai pelanggan anda tidak bisa menghubungi anda sama sekali pasca mereka membeli produk anda. Karena ini bisa mempengaruhi kredibilitas anda. Kalau perlu, jangan cuma satu atau dua nomor telepon yang anda berikan. Berikan juga alamat email dan chatting. Untuk alamat email, sebaiknya gunakan hyperlik untuk mempermudah pelanggan anda. Jadi, mereka bisa langsung menghubungi anda dalam sekali klik. Mempermudah orang lain juga akan mempermudah diri anda sendiri. Apalagi mereka adalah pelanggan yang sudah membeli produk anda. Mempermudah kontak itu termasuk servis yang harus anda berikan. Jadi kapanpun mereka membutuhkan anda, anda ada di samping mereka. Kapanpun mereka mau komplain, anda siap mendengarkan.
• Hubungi pelanggan saat mereka ulang tahun atau liburan. Kirimkan bentuk perhatian anda dalam bentuk hadiah. Terutama untuk pelanggan seumur hidup. Atau, kalau mau gampangnya, kirimkanlah email dan sapa mereka dengan kartu ucapan. Saat mereka bahagia, pasti mereka akan merespon perhatian anda secara positif. Jika memungkinkan, sah-sah saja kalau anda undang mereka di acara-acara penting anda. Atau, bisa saja anda berlibur bersama mereka. Ya, piknik bareng sesama pelanggan juga bukan ide buruk. Anda bukan cuma memfollow up hubungan kerja, tapi juga menyenangkan pelanggan. Saya yakin, mereka senang dengan semua yang Anda berikan. So, mereka pasti senang dengan bisnis yang anda jalankan.
Indo family bisnis
Kehadiran blog telah menjadi sebuah media bagi para pengguna untuk berbagai kepentingan. Dengan adanya blog yang relatif mudah dibangun dan berharga terjangkau, secara langsung ikut memberikan kesempatan berpromosi lebih baik bagi dunia wirausaha.
Tak hanya sekedar sebagai diari dan kumpulan tulisan pribadi, bagi penggunanya blog bisa memberikan nilai ekonomis, di mana blog banyak dipakai untuk menampilkan produk atau jasa yang diperuntukkan bagi pasar, yaitu pembaca blog.

Perkembangan sistem pemasaran (marketing) melalui internet membuat blog memiliki nilai tawar yang cukup tinggi untuk memerankan diri sebagai tempat sumber informasi produk bahkan tempat beriklan. Sebuah sumber pemasukan bagi pemiliknya.

Bagaimana istilah blog pertama kali muncul? Enda Nasution yang sering disebut sebagai Bapak Blog Indonesia menulis dalam blognya, bahwa blog sebagai kependekan dari Weblog, merupakan istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan para pembuatnya atau para blogger.

Blog yang pada mulanya merupakan “catatan perjalanan” seseorang di internet, yaitu link ke website yang dikunjungi dan dianggap menarik, kemudian menjadi jauh lebih menarik daripada sebuah daftar link. Hal ini disebabkan karena para Blogger biasanya juga tidak lupa menyematkan komentar-komentar “cerdas” mereka, pendapat-pendapat pribadi dan bahkan mengekspresikan sarkasme mereka pada link yang mereka buat.

Kembali kepada para pengguna blog yang, saat ini di Indonesia saja sudah tak terhitung blog yang dipergunakan untuk kepentingan usaha. Mulai dari pemanfaatan blog sebagai etalase produk hasil kerajinan yang siap dijual, menawarkan jasa profesional yang berstatus usaha pribadi, hingga kepada wadah untuk mencari mitra atau partner bisnis.

Dipermudah lagi dengan tersedianya berbagai blog gratisan yang dapat dikelola dengan mudah oleh penggunanya. Beberapa blog gratisan diantaranya blogspot, wordpress, multiply. Menariknya lagi, tak sedikit pengguna blog yang sukses menjual produk dan jasa meski hanya menggunakan media blog gratisan.

Sukses menjual banyak produk melalui blog, tentu saja blog juga harus banyak mendapat kunjungan. Oleh karena itu pengguna blog perlu melakukan berbagai langkah promosi sehingga dapat dengan cepat tampil dari mesin pencari seperti google. Salah satunya adalah aktif membuat artikel yang menarik untuk dibaca. Agar blog lebih mudah dikenal banyak orang, ada baiknya melakukan submit ke berbagai forum, yang juga bisa menarik blog lain backlink ke blog pengguna. Cara lain yang tak kalah seru, adalah kebiasaan meninggalkan comment di blog lain, yang tentu saja menyelipkan nama blog sendiri di dalamnya. IndofamilyNetBisnis.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda